Tax Collection System in Indonesia

Assalamualaikum wr.wb

The honourable ones the lecturer,Mrs Anna.

First of all,let me introduce myself. My name is Nila Rahayu. I’m a student of STIAMI Institute majoring Public Administration concentration taxation.

On this great moment, I would like to thank for the opportunity that has been given to me to deliver a presentation about tax collection system in Indonesia. Praise is always given to Allah SWT for the guidance and bless,so we can meet together in this place.

What is the meaning of the tax?

Tax is a levy that given by the people based on the law,so it can be forced,doesn’t get feed back directly, and used to finance public interest.

If we talk about tax,actually it has existed since Colonial Era. However,the tax system is more leads on the function budgeting, that is the financial income for the purpose of Colonial Government. After 1984 until now,Indonesia has implemented several reforms in tax collection system that I will explain. There are 3 tax collection systems in Indonesia,they are :

  1. Self Assessment System

Self Assessment System is a tax collection system that the authority given to the tax payer to calculate,pay,and report their tax payable. Then,the government only give guidance and verification. This system is applied in Annual Income Tax Return (Corporate Tax Payer and Personal Tax Payer)

From those explanation,we can conclude that the criteria of Self Assessment System are:

  • The tax payable is calculated by the tax payer
  • The tax payer is active to pay and report their tax payable
  • The government doesn’t intervene and simply watch

2. Official Assessment System

Official Assessment System is a tax collection system that the authority given to the tax official to determine the amount of tax payable on the tax payer. In this system, the tax payer is passive,because tax payable appear after tax assessment issued by the tax official. So that,the success or not the implementation of tax collection depends on the tax official. This system is applied in Earth Building Tax and Vehicle Tax.

From those explanation,we can conclude that the criteria of Official Assessment System are:

  • The tax payable is calculated by the tax payer
  • The tax payer is passive
  • The tax payable appear after tax assessment issued by the tax official

3. With Holding Tax

With Holding Tax is a tax collection system that the authority given to the third party to cut and collect the tax payable on the tax payer. The third party mean other than the tax payer nor the tax official. As a proof of tax payment is usually a certificate of with holding tax. This system is applied in Income Tax Article 15,21,22,23,26 dan Article 4 Paragraph 2.

From those explanation,we an conclude that the criteria of With Holding Tax are:

  • The tax payable is collected by the third party
  • The third party mean other than the tax payer nor the tax official
  • As a proof of tax payment is usually a certificate of with holding tax

The usage of tax collection system is according to the type of the tax.

Those are what I can deliver to you at this moment,thank a lot for your attention.If you have any question, I will be ready to answer it.

Wassalamualaikum wr.wb

Iklan

Laporan Arus Kas (Cash Flow Statements)

Pengertian Laporan Keuangan Arus Kasindirectcashflowstatement

Arus kas (cash flow) adalah suatu laporan keuangan yang berisikan pengaruh kas dari kegiatan operasi, kegiatan transaksi investasi dan kegiatan transaksi pembiayaan/pendanaan serta kenaikan atau penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan selama satu periode.

Menurut PSAK No.2 (2002 :5) Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas. Laporan arus kas merupakan revisi dari mana uang kas diperoleh perusahaan dan bagaimana mereka membelanjakannya. Laporan arus kas merupakan ringkasan dari penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan selama periode tertentu (biasanya satu tahun buku).

Laporan arus kas (cash flow) mengandung dua macam aliran/arus kas yaitu :

1. Cash inflow
Cash inflow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang melahirkan keuntungan kas (penerimaan kas). Arus kas masuk (cash inflow) terdiri dari:
•    Hasil penjualan produk/jasa perusahaan.
•    Penagihan piutang dari penjualan kredit.
•    Penjualan aktiva tetap yang ada.
•    Penerimaan investasi dari pemilik atau saham bila perseroan terbatas.
•    Pinjaman/hutang dari pihak lain.
•    Penerimaan sewa dan pendapatan lain.

2. Cash out flow
Cash out flow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang mengakibatkan beban pengeluaran kas. Arus kas keluar (cash out flow) terdiri dari :
•    Pengeluaran biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya pabrik lain-lain.
•    Pengeluaran biaya administrasi umum dan administrasi penjualan.
•    Pembelian aktiva tetap.
•    Pembayaran hutang-hutang perusahaan.
•    Pembayaran kembali investasi dari pemilik perusahaan.
•    Pembayaran sewa, pajak, deviden, bunga dan pengeluaran lain-lain.

Laporan arus kas ini memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas dari perusahaan dari suatu periode tertentu, dengan mengklasifikasikan transaksi berdasarkan pada kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.

Menurut PSAK No.2 (2002:9) Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

Aktivitas Operasi
Aktivitas operasi menimburkan pendapatan dan beban dari operasi utama suatu perusahaan. Karena itu aktivitas operasi mempengaruhi laporan laba rugi, yang dilaporkan dengan dasar akrual. Sedangkan laporan arus kas melaporkan dampaknya terhadap kas. Arus masuk kas terbesar dari opersi berasal dari pengumpulan kas dari langganan. Arus masuk kas yang kurang penting adalah penerimaan bunga atas pinjaman dan dividen atas investasi saham. Arus keluar kas operasi meliputi pembayaran terhadap pemasok dan karyawan, serta pembayaran bunga dan pajak.

Aktivitas Investasi
Aktivitas investasi meningkatkan dan menurunkan aktiva jangka panjang yang digunakan perusahaan untuk melakukan kegiatannya. Pembelian atau penjualan aktiva tetap seperti tanah, gedung, atau peralatan merupakan kegiatan investasi, atau dapat pula berupa pembelian atau penjualan investasi dalam saham atau obligasi dari perusahaan lain.

Pada laporan arus kas kegiatan investasi mencakup lebih dari sekedar pembelian dan penjualan aktiva yang digolongkan sebagai investasi di neraea. Pemberian pinjaman juga merupakan suatu kegiatan investasi karena pinjaman menciptakan piutang kepada peminjam. Pelunasan pinjaman tersebut juga dilaporkan sebagai kegiatan investasi pada laporan arus kas.

Aktivitas Pendanaan
Aktivitas pendanaan meliputi kegiatan untuk memperoleh kas dari investor dan kreditor yang diperlukan untuk menjalankan dan melanjutkan kegiatan perusahaan. Kegiatan pendanaan mencakup pengeluaran saham, peminjaman uang dengan mengeluarkan wesel bayar dan pinjaman obligasi, penjualan saham perbendaharaan, dan pembayaran terhadap pemegang saham seperti dividen dan pembelian saham perbendaharaan. Pembayaran terhadap kreditor hanyalah mencakup pembayaran pokok pinjaman.

Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisis terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa. Biaya didefinisikan sebagai waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dan menurut konvensi diukur dengan satuan mata uang. Penggunaan kata beban adalah pada saat biaya sudah habis terpakai.